My Pages

Januari 25, 2012

Pondasi Hidup Harus di Design dan Dibangun dengan Kokoh



Bunda, bahasan pertama kita adalah Pondasi Hidup sangat perlu untuk di Design dan dibangun dengan Kokoh.

Sebagian besar pasangan merencanakan dengan cermat masa depan mereka kelak. Banyak dari pasangan yang mulai mendesign dan merancang kehidupan rumah tangga yang akan mereka bangun bersama calon istri atau calon suaminya. Namun banyak juga pasangan-pasangan muda yang menikah tanpa adanya rencana dan rancangan untuk masa depan mereka. Tak jarang dari mereka terjebak oleh gaya hidup yang pada akhirnya mereka sesali dikemudian hari.
Berbicara masalah proses, hal ini merupakan sebuah pembelajaran yang mencakup banyak hal.
Begitu juga dengan proses membina rumah tangga, banyak sekali hal-hal yang menuntut perhatian dan kerja keras kita supaya semua hal berjalan sesuai dengan yang kita harapkan, yang tentu saja baik menurut kita, dan masyarakat pada umumnya.
Semuanya diawali dengan keputusan kita. Apakah yang menjadi keputusan kita dalam menjalani kehidupan kita. Dan dari pola yang kita lalui, seperti pola pekerjaan, pola sosial dan pola keluarga tidak lepas dari apa yang kita kita kenal sebagai "Karakter"
Mengenali dan memahami diri sendiri adalah langkah awal dari keberhasilan hidup seseorang.

Dimulai dari ketika masih usia dini, yang ditekankan adalah aspek non akademik, yaitu sikap, kepribadian dan rasa percaya diri yang harus dibuat bagus, sedangkan aspek akademik dikesampingkan terlebih dahulu, yang penting pondasi yang bagus, semangat  juang, sikap dan rasa senang belajar dulu yang dibangkitkan dan dibangkitkan, tidak menguasai pelajaran tidak masalah di usia dini. Ini bukan berarti untuk seterusnya yaa,,,disinilah peran kita sebagai orangtua sangat penting dalam mendidik anak supaya semakin bertambah usianya semakin bagus nilai akademik dan non akademik anak.

Jadi, sekali lagi jangan membuat belajar itu menjadi sesuatu yang membosankan, anak menjadi stress di sekolah. Mengapa hal itu bisa terjadi? Pertama karena kita tidak memahami proses belajar yang benar. Kita tidak tahu prosesnya sebab kita tidak pernah belajar dan diajari proses yang benar atau kita tidak pernah mengajarkan cara belajar yang benar.


Pondasi yang bagus, sikap, semangat juang dan rasa senang belajar dulu yang dibangkitkan.
Sebagai orang tua kita  memberikan pendidikan pada anak kita untuk masa depan mereka.Dan berbicara mengenai Value atau nilai pendidikan banyak orang tua yang salah dalam mendidik anaknya. Selama ini orientasi kitahanyalah untuk mencapai nilai yang tinggi bahkan sempurna dalam lingkup akademisnya saja.
Namun faktor non akademik, seperti misalnya pendidikan karakter anak yang bisa mengantarkannya pada kesuksesan malah kita abaikan.
Pernah ngga diantara para bunda yang membaca tulisan ini dengan secara sadar mendesign hidup anak kita lewat pendidikan. Kesadaran bahwa kita perlu pondasi yang bagus, kuat dan bertahan selama hidup, jangan sampai kita salah dalam mendesign dan membangunnya.
Biasanya cara kita mendesign kehidupan anak kita adalah dengan cara memasukkan mereka kedalam sekolah yang menurut kita bagus. Ini kita lakukan agar anak kita mendapatkan kesuksesan dalam hidupnya kelak, padahal belum tentu demikian lo, bunda,,,
Pernah ngga bunda dengar atau mungkin bunda sendiri berkeluh kesah: "aduh jeng, anak saya udah umur 3 tahun belum bisa baca, padahal anaknya si A udah bisa tuh"
Bunda, anak-anak itu jangan dikarbit, umur 3 tahun harus sudah bisa baca, ga boleh seperti itu. Anak segitu belum waktunya belajar membaca, nanti ada tahapannya. Ada waktunya bermain, belajar, bekerja. Biarkan anak tumbuh sesuai waktunya dan menjalani proses sesuai dengan usianya. Ada usia untuk anak bermain, belajar dan akhirnya bekerja. Hal seperti pengkarbitan jangan dilakukan karena pondasi sukses seorang anak bukanlah seperti itu. Ingatlah satu hal, semakin tinggi bangunannya, semakin megah gedungnya, semakin sukses anak kita, maka pondasinya pun harus semakin kokoh.
Didiklah anak menurut jalan yang patut baginya yaitu sesuai jalan karakter, kepribadian, talenta yg dimilikinya gaya belajar dan keunikannya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari jalan itu. Lalu bagaimana menetukan mental-mental sukses? Akan dibahas di topik selanjutnya ya Bunda,,,,
Jadi simak terus,,,

Kesimpulan dari pembahasan diatas adalah:
1. Calon pasangan rumah tangga harus mendesign kehidupan rumah tangganya kelak, harus memiliki pondasi yang kokoh.
2.  Kesadaran bahwa kita perlu pondasi yang bagus, kuat dan bertahan selama hidup, jangan sampai kita salah dalam mendesign dan membangunnya.
3. Mengenali dan memahami diri sendiri adalah langkah awal dari keberhasilan hidup seseorang.
4. Didiklah anak menurut jalan yang patut baginya yaitu sesuai jalan karakter, kepribadian, talenta yg dimilikinya gaya belajar dan keunikannya




Tidak ada komentar:

My Ping Box